Al Qur’an dn As Sunnah banyak menyebut tentang bahaya riya’. Riya’ termasuk dalam pendurhakaan hati yang sangat berbahaya terhadap diri, amal, masyarakat dan umat dan juga termasuk dosa besar yang merosak. Antara bahaya riya’ adalah :
1. Riya’ lebih berbahaya bagi kaum muslimin daripada fitnah Masih Al Dajjal, Rasulullah saw bersabda,” Maukah aku khabarkan kepada kalian sesuatu yang tersembunyi disisiku atas kalian daripada Masih Ad Dajjal iaitu syirkul khafi, iaitu seseorang sholat, lalu ia menghiasi (memperindah) sholatnya, kerana ada orang-orang memperhatikan solatnya.” [HR Ibnu Majah 4204, dari hadits Abu Sa’id Al Khudri, hadits ini hasan -Shahih At Targhib wat Tarhib no 27].
2. Riya’ lebih sangat merosak daripada srigala menyergap domba, Rasulullah saw bersabda” Tidaklah dua ekor srigala yang lapar dan dilepaskan di tengah sekumpulan domba lebih merusak daripada ketamakan seseorang kepada harta dan kedudukan bagi agamanya.” [HSR Ahmad 3/456, Tirmidzi, darimi 2/304 dari Ka’ab bin Malik]. Rasulullah saw memberikan misalan rosaknya agama seorang muslim karena tamaknya kepada harta, kemuliaan, pangkat dan kedudukan. Semua ini menggerakkan riya’ didalam diri seseorang.
3. Amal Soleh akan hilang pengaruh baiknya dan tujuannya yang besar bila disertai Riya’, Allah Azza wa Jalla berfirman,” Maka celakalah bagi orang-orang yang solat, (iaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya, orang-orang yang berbuat riya’ dan mencegah (menolong dengan) barang yang berguna.” [QS Al Maidah 4-7]. Orang-orang yang berbuat riya’ dan tidak mau menolong orang lain adalah karena solat mereka tidak mempunyai pengaruh dalam hati mereka, sehingga mereka mencegah kebaikan dari hamba-hamba Allah. Mereka hanyalah menunaikan gerakan-gerakan sholat dan memperindahnya karena semua mata memandang, padahal hati mereka tidak memahami, tidak tahu hakikatnya dan tidak mengagungkan Allah. Karena itu sholat mereka tidak berpengaruh terhadap hati dan amal. Riya’ menjadikan amal kosong tak bernilai.
4. Riya’ akan menghapus amal shalih, Allah Azza wa Jalla berfirman,” Seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. maka perumpamaan orang-orang seperti itu seperti batu licin yang diatasnya da tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah ia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” [QS Al baqarah 264]. Hati yang tertutup riya’ seperti batu licn yang tertutup tanah. Orang yang berbuat riya’ tidak akan membuahkan kebaikan, bahkan ia telah berbuat dosa besar yang akan dia peroleh akibatnya pada hari kiamat kelak. Riya’ menghapuskan amalan shalih dan seseorang tidak mendapatkan apa-apa karenanya diakherat nanti dari amal-amal yang pernah ia lakukan di dunia. Sebagaimana sabda Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam ,” Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’. Allah akan mengatakan kepada mereka pada hari kiamat tatkala memberikan balasan amal manusia,’Pergilah kepada orang-orang yang kalian berbuat riya’ kepada mereka di dunia. Apakah kalian akan mendapatkan balasan dari sisi mereka?.” [HR Ahmad 5/428-429, dan Al baghawi dalam Syarhus Sunnah]. Pelaku riya’ yang memamerkan amalnya dipuji, disanjung dan mendapatkan kedudukan di hati manusia tidak akan mendapat ganjaran kebaikan dari Allah dan tidak pula dari orang-orang yang memujinya, karena yang berhaq memberi balasan hanya Allah saja. Alloh Azza wa Jalla berfirman,” Aku adalah sekutu yang Maha Cukup, sangat menolak perbuatan syirik. barangsiapa mengerjakan suatu amal yang dicampuri dengan perbuatan syirik kepadaKu, maka Aku tinggalkan dia dan (Aku tidak terima) amal kesyirikannya.”[HSR Muslim].
5. Riya’ adalah syirik khafi (tersembunyi), Rasulullah saw bersabda,” mahukah aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang lebih tersembunyi disisiku terhadap kalian daripada masih Ad Dajjal? yaitu syirik khafi, seseorang solat, lalu ia memperindah solatnya kerana ada orang yang memperhatikannya.” [HSR Ibnu Majah].
6. Riya’ mewariskan kehinaan dan kerendahan, Rasululloh saw bersabda,” Barangsiapa beramal dan memperdengarkannya kepada orng lain (agar orang tahu amalnya),maka Allah akan menyiarkan aibnya di telinga-telinga hambaNya, Allah rendahkan dia dan menginakannya.” [HSR Thabrani dan Al Baihaqi].
7. Orang yang Riya’ tidak akan mendapatkan ganjaran di akhirat.. dari Ubaid bin Ka’ab -Rodliallohu anhu- Rasulullah saw bersabda,” Sampaikanlah khabar gembira ini kepada umat ini dengan keluhuran, kedudukan yang tinggi, agama, darjat yang mulia dan kekuasaan di muka bumi. barangsiapa diantara mereka melakukan amal akherat untuk dunia, maka dia tidak mendapatkan bagian di akhirat.”[HSR Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al Hakim].
8. Riya’ akan menambah kesesatan seseorang pelakunya. Allah Azza wa Jalla berfirman,” Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri sedangkan mereka tidak sadar. dalam hati mereka ada penyakit lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka berdusta.” [QS Al Baqarah 9-10].
9. Riya’ menyebabkan kekalahan umat. Rasulullah saw ,” Sesungguhnya Allah akan menolong umat ini dengan orang-orang yang lemah, doa, sholat, dan keikhlasan mereka.” [HSR An Nasai 6/45]. Ikhlas kerana Allah adalah sebab ditolongnya umat ini dari musuh-musuh mereka. Allah melarang kita sombong dan riya’ karena hal ini akan membawa kekalahan. Allah swt berfirman,”Dan janganlah kamu menjadikan orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa sombong/angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.” [Al Anfal 47].
Rujukan:Maktabah al-aisar
No comments:
Post a Comment